Pasar Memori Mengalami Guncangan: Harga RAM dan SSD Melonjak di Tengah Perluasan Infrastruktur AI
Harga RAM dan SSD yang melambung sepanjang 2025 menjadi pembahasan utama di industri komputer. Kenaikan harga terjadi secara serentak di berbagai negara dan mencakup hampir seluruh jenis memori. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pengguna rumahan tetapi juga menjadi tantangan baru bagi produsen PC, pusat data, hingga pelaku industri kreatif.
Fenomena ini muncul saat dunia memasuki fase pertumbuhan kecerdasan buatan yang sangat agresif. Permintaan memori meningkat lebih cepat daripada kemampuan produsen untuk menambah kapasitas. Artikel ini menyajikan penjelasan lengkap dan mudah dipahami tentang apa yang menyebabkan kenaikan harga memori dan bagaimana dampaknya terhadap ekosistem teknologi.
Permintaan AI Menciptakan Ketidakseimbangan Pasokan Memori
Pusat data AI kini menjadi konsumen utama memori digital. Setiap model kecerdasan buatan membutuhkan kapasitas RAM server dalam jumlah besar untuk memproses data pelatihan dan menjalankan model yang telah dilatih. Selain itu, penyimpanan berbasis NAND untuk SSD digunakan untuk menampung dataset yang terus bertambah.
Lonjakan permintaan ini membuat produsen global memprioritaskan pesanan untuk sektor enterprise. Kapasitas yang biasanya dialokasikan untuk pasar konsumen dipangkas sehingga stok memori PC menurun drastis. Akibatnya harga RAM dan SSD mengalami peningkatan cepat.
Kenaikan Harga Terlihat pada Semua Varian RAM
Tren harga yang dicatat oleh berbagai platform memperlihatkan bahwa seluruh jenis RAM, baik DDR4 maupun DDR5, mengalami kenaikan besar dalam beberapa bulan terakhir.
-
DDR5 32 GB yang sebelumnya berada di bawah seratus dolar meningkat hingga berada di kisaran dua ratus dolar.
-
DDR4 32 GB terkerek lebih dari dua kali lipat dari harga semula.
-
Distribusi memori DDR5 global menunjukkan kenaikan lebih dari seratus tujuh puluh persen sepanjang satu tahun terakhir.
-
Pasar Indonesia mencatat harga DDR5 32 GB di kisaran tiga hingga lima juta rupiah, sementara varian 64 GB melewati sepuluh juta rupiah.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar memori konsumen tidak mampu mengimbangi perubahan permintaan besar dari sektor AI.
SSD Ikut Terseret karena Keterbatasan NAND
Selain RAM, SSD mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan NAND flash untuk server. Pusat data AI menyerap SSD berkapasitas besar sehingga produsen memprioritaskan pasokan untuk segmen tersebut.
Kondisi ini membuat harga SSD mulai bergerak naik. Meskipun tidak setajam RAM, tren kenaikan SSD diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena tekanan permintaan semakin besar.
Produksi HBM Membatasi Kapasitas DRAM Konsumen
High Bandwidth Memory menjadi komponen penting dalam proses pengolahan AI modern. HBM dibuat pada jalur yang terkait dengan DRAM sehingga peningkatan produksinya berdampak langsung pada produksi RAM PC.
Produsen memori kini mengalihkan fokus mereka pada HBM karena nilai jual yang lebih tinggi dan permintaan yang terus meningkat. Langkah ini mempersempit pasokan DRAM konsumen dan mendorong kenaikan harga di pasar global.
Kapasitas Pabrik Semikonduktor Tidak Bertambah dengan Cepat
Industrialisasi memori membutuhkan proses yang panjang dan kompleks. Pabrik semikonduktor tidak dapat menambah kapasitas dalam waktu singkat karena proses pembangunan hingga pengujian produk memerlukan waktu bertahun tahun.
Produsen juga berhati hati setelah pasar memori sempat mengalami kelebihan produksi pada tahun 2023. Mereka menghindari risiko ekspansi besar yang dapat memberi dampak buruk jika permintaan menurun kembali.
Keterbatasan kapasitas membuat krisis memori sulit diatasi dalam jangka pendek.
Dampak yang Mulai Terlihat di Industri Teknologi
Kenaikan harga memori memunculkan berbagai konsekuensi nyata bagi pengguna dan pelaku industri.
1. Harga perangkat PC meningkat
Produsen menaikkan harga laptop dan komputer karena komponen memori menyumbang bagian besar dari biaya produksi.
2. Pasar rakitan PC mengalami penyesuaian
Toko komputer perlu mengubah harga paket rakitan. Beberapa bahkan menghentikan penjualan sementara untuk menghindari kerugian akibat perubahan harga yang terlalu cepat.
3. Gamer dan kreator menjadi kelompok paling terdampak
Aplikasi modern seperti game AAA dan perangkat lunak editing video membutuhkan memori tinggi. Banyak pengguna kini menunda upgrade karena biaya membengkak.
4. GPU diperkirakan ikut mengalami kenaikan harga
Keterbatasan DRAM juga mempengaruhi produksi kartu grafis. Banyak analis memperkirakan bahwa harga GPU akan naik dalam beberapa kuartal mendatang.
Apakah Krisis Memori Ini Akan Bertahan Lama
Riset pasar menunjukkan bahwa permintaan AI kemungkinan tetap tinggi hingga beberapa tahun ke depan. Kondisi ini berpotensi memperpanjang krisis memori. Pemulihan baru dapat terjadi jika pabrik semikonduktor baru mulai beroperasi atau jika pertumbuhan AI mulai melambat.
Beberapa lembaga memperkirakan stabilisasi harga mungkin baru terjadi dalam tiga hingga empat tahun. Mengingat keterbatasan kapasitas industri, perubahan cepat tampaknya sulit terwujud.
Kesimpulan
Kenaikan harga RAM dan SSD sepanjang 2025 merupakan dampak dari perubahan besar dalam industri memori global. Ledakan kebutuhan AI, keterbatasan kapasitas produksi, dan prioritas terhadap HBM membuat pasokan memori konsumen semakin terbatas.
Dampaknya meluas ke berbagai sektor mulai dari PC gaming hingga industri kreatif. Dengan permintaan yang masih tinggi, harga memori diperkirakan tetap berada pada tren naik hingga beberapa kuartal mendatang.
